Gubernur Khofifah, ditengah Pandemi investasi di Jatim Mencapai 33,8 Persen

citizen.co.id Surabaya – Ditengah pandemi Covid-19 yang menimpa semua daerah di Indonesia, Provinsi Jawa Timur masih mendapat kepercayaan sebagai lahan basah untuk para investor menanamkan investasinya.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, investasi di Jatim mencapai 33,8 persen. Persentase itu menjadi poin plus yang fantastis dibandingkan provinsi laib di Indonesia, apalagi mengingat pandemi Covid-19 memukul semua sektor.


“33,8 persen ini angka yang cukup preties menurut saya, bagi provinsi di mana kita semua juga mengalami pandemi Covid yang sama beratnya dengan provinsi yang lain,”kata Khofifah saat Rapat Paripurna Nota Penjelasan Gubernur Terhadap LKPJ Akhir Tahun 2020, Senin (29/3/2021).

Mantan Kepala Pekon dan Sekretaris Pekon Di Vonis Penjara

Kecam Aksi Bom Bunuh Diri, Ketua Umum DPN LPPKI Minta Masyarakat Proaktif Dengan Polri-TNI

Khofifah mengungkapkan, tingginya investasi di Jatim akan menjadi satu semangat yang besar dalam melepas pengaruh pandemi Covid-19. Tingginya investasi di Jatim sendiri akan berpengaruh besar dalam pembangunan perekonomian masyarakat. Yang terpenting akan mengurangi angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jatim.


Dengan catatan, lanjut Khofifah, kondusifitas di Jatim harus terus di jaga, hal ini untuk melancarkan program pembangunan usaha investor yang nantinya diharapkan berpengaruh besar pada peningkaran perekonomian per kapitalnya.

“Ketika investasi ini sudah mulai melakukan kegiatan usahanya bisa menyerap tenaga kerja yang lebih bagus lagi, sehingga tingkat pengangguran terbuka yang kemarin bertambah di 2020 akan bisa terserap di tahun 2021,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Khofifah juga menjelaskan, TPT di tahun 2020 di Jatim berada di angka 5,84 persen, angka ini mengalami kenaikan sebanyak 2,02 persen ketimbang pada tahun 2019. Kondisi ini, menurutnya disebabkan masa pandemi Covid-19.


Kendati demikian, angka tersebut masih lebih rendah ketimbang provinsi lain di pulau Jawa dan lebih rendah dibanding angma TPT secara nasional yang menyentuh angka 7,07 persen.

“Jika dibandingkan dengan tiga provinsi besar dan DKI Jakarta, posisi TPT Jawa Timur masih memberi harapan besar dan kontribusi pembangunan,” ungkap Khofifah.(cz/bel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*