Gubernur Khofifah Ajak Penyintas Covid-19 Jatim Donor Plasma Konvalesen

Citizen.co.id SURABAYA  – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendukung gerakan pencanagan donor plasma konvalesen yang digalakkan oleh pemerintah pusat.

Bahkan ia juga mengajak warga Jawa Timur yang telah berhasil sebagai penyintas covid-19 untuk beramai-ramai melakukan donor plasma konvalesen.

“Mari donor plasma konvalesen karena signifikan untuk selamatkan nyawa pasien covid-19. Saat ini kita butuh pendonor plasma konvalesen setidaknya lima kali lipat dari yang sudah berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga dapat mengurangi resiko kematian di Jawa Timur dan Indonesia,” katanya Rabu, (20/1/2021).

Ajakan tersebut juga sempat disampaikan Khofifah lewat akun pribadinya di instagram @khofifah.ip. Sejak tanggal 1 Januari 2021 lalu, hingga hari ini, Khofifah masih diisolasi mandiri karena terpapar covid-19.

Baca juga :

Presiden Apresiasi Kerja Keras Tim SAR Gabungan Evakuasi Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Nindy Gugat Cerai Suami saat Di Penjara

Sebagaimana diketahui Pencanangan Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen baru saja dilakuan oleh Wapres RI KH Ma’ruf Amin awal pekan ini. Dan dari pencanangan tersebut ditekankan pentingnya donor plasma untuk menolong pasien covid-19 dengan kondisi yang sudah parah dan gejela berat.

Lebih lanjut, tingkat kesembuhan pasien covid-19 di Jawa Timur terbilang tinggi. Dimana saat ini, dengan jumlah kasus kumulatif sebesar 101.197 orang warga Jatim yang terpapar covid-19, yang sembuh mencapai 86.551 orang. Atau jika di persentase tingkat kesembuhan pasien covid-19 di Jatim mencapai 85,53 persen.

Sementara kasus meninggal karena covid-19 di Jatim mencapai 6,97 persen berdasarkan data update tanggal 19 Januari 2020 malam. Dari total kumulatif warga Jatim terpapar covid-19, ada sebanyak 7.057 orang yang meninggal dunia lantaran tak tertolong setelah dinyatakan positif covid-19.

“Jumlah kasus meninggal di Jatim masih menjadi PR yang harus kita tangani bersama. Dan selama ini kita terus mengupayakan itu,” tegas Khofifah.

Ia berharap dengan ke depan lebih banyak yang berparitisipasi dalam donor plasma konvalesen, maka akan turut menurunkan jumlah kasus meninggal dunia akibat terpapar covid-19.

Sementara itu, sebagaimana yang diberitakan sebelumnya bahwa tidak semua penyintas covid-19 bisa mendonorkan plasma konvalesen mereka. Melainkan harus dinyatakan sehat, berbebas dari penyakir kronis dan juga ada tenggat waktu dan batas maksimal kapan ia dinyatakan negatif atau sembuh dari covid-19.(cz/bel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*