oleh

Gubernur Jatim Sambut Baik Spirit Baru GP Ansor Jatim

citizen.co.id Surabaya – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyambut baik spirit baru GP Ansor Jatim yang ingin menjadi terbaik di Indonesia. Karena itu pihaknya mengajak spirit baru Ansor adalah ikut melakukan pemetaan di 10 daerah termiskin di Jatim yang berbasis pedesaan supaya bisa terbebas dari kemiskinan.

“Saya ingin mengajak GP Ansor bisa mengintervensi penurunan kemiskinan berbasis pedesaan yang cukup akut dengan bekerjasama Pemerintah Provinsi maupun Kementerian Desa,” ujar Khofifah saat memberi sambutan pelantikan pengurus PW GP Ansor Jatim di gedung negara Grahadi Surabaya, Minggu (1/3/2020) malam.

Baca juga :

Ketua PWNU Jatim, Kasus Anti Islam di India Jangan Dibawa Keindonesia

Pemimpin yang Menyiksa Bawahannya

Kapolres Sumenep Gelar Kopdar Bersama Wartawan

Menurut orang nomor satu di Pemprov Jatim, pada tahun 2019, kemiskinan di pedesaan mengalami penurunan yang cukup signifikan dan terbesar di seluruh pulau Jawa sebesar 20,35. “Tapi karena induknya sangat tinggi sehingga sekarangpun masih tinggi secara kuantitatif,” ungkap Khofifah.

Pertimbangan lain, kenapa Gubernur Jatim mengajak banom-banom NU dalam upaya pengentasan kemiskinan di Jatim berbasis pedesaan yakni desa-desa miskin tersebut merupakan basis warga nadliyin.

“10 daerah termiskin di Jatim itu adalah basis NU. Jadi mari kita ikhtiarkan bersama-sama untuk mewujudkan Provinsi Jatim jadi terdepan diantara provinsi di Indonesia,” harap gubernur perempuan pertama di Jatim.

Sementara itu menteri desa dan daerah tertinggal Abdul Halim Iskandar menyatakan permintaan Gubernur Jatim kepada GP Ansor itu sejatinya sangat membantu meringankan beban pekerjaan rumah kementerian desa dan daerah tertinggal.

“Itu adalah bagian dari PR saya yang tidak selesai. Sejak dulu saya paling sumpek kalau bicara tentang 10 daerah termiskin di Jatim karena itu adanya di Madura dan Madura persemakmuran,” kata mantan ketua DPRD Jatim ini.

Menurut Gus Nanang sapaan akrab Abdul Halim Iskandar, NU lahir dari Madura dan banyak kiai-kiai besar NU dari Madura. Tapi kenapa kok kita tidak bisa menyelesaikan masalah kemiskinan yang menyebar di Madura dan Madura.

“Saya sangat berterima kasih kepada Gubernur Jatim dan tidak usah terlalu lama segera kita tindaklanjuti mumpun saya masih jadi menteri,” kelakar pria suka bercanda ini.

Pertimbangan lainnya, kata Gus Nanang,
Gubernur Khofifah adalah Gubernur Jatim satu-satunya yang asli kader NU pertama kali. “Memang Jatim pernah dipimpin kader NU dari Madura, namanya Pak Moh Noer. Maka saya sepakat untuk segara melangkah dan bersinergi agar kabupaten termiskin di Jatim segera kita petakan dan dicarikan solusi bersama-sama,” jelasnya.

Dukungan kepada upaya pemprov Jatim dibawa kepemimpinan bu Khofifah, lanjut Abdul Halim Iskandar menjadi tanggungjwab kita semua karena suksesnya Bu Khofifah adalah suksesnya kader NU

“Karena itu kita tidak bisa berpangku tangan dan tidak usah terlalu lama gubernur dan Ansor kapan bertemu dengan PWNU untuk fokus menyelesaikan 10 daerah termiskin di Jatim,” pungkas pria yang juga ketua DPW PKB Jatim ini. (cz/jos/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed