oleh

Garamku Tak Asin Lagi : BEM Nusantara Jawa Timur Tolak Impor Garam

citizen.co.id Surabaya – Rencana pemerintah terkait impor garam sekitar 3,07 juta ton menjadi ancaman bagi para petani garam lokal. Impor tersebut menjadikan harga garam di pasaran turun drastis hingga Rp.300/Kg. Rencana tersebut menuai kecaman dari para petambak garam yang dinilai sangat merugikan masyarakat.

Melimpahnya produksi garam oleh petani lokal sudah sangat memenuhi kebutuhan hingga tahun 2023. Sesuai RPJMN, kebutuhan nasional terkait garam mencapai angka sekitar 4 juta ton, lalu untuk hasil produksi garam lokal mencapai 3 juta ton. Impor yang dilakukan pemerintah sekitar 3 juta ton. Produksi garam lokal pun akan mubazir sebesar 2 juta ton.


A. Faruuq Koordinator Daerah (Koorda) BEM Nusantara Jawa Timur menegaskan tolak impor garam karena ada kontradiksi pada rencana impor garam dengan janji swasembada pangan oleh pemerintah.

Garap Dam Mangkrak Puluhan Tahun, Bupati Banyuwangi Apresiasi BSI

Ketua Masyarakat Petambak Garam minta Pemerintah Menunda Impor Garam

“Kami tolak impor garam dan ingatkan, diawal pemerintah mengatakan siap mewujudkan Swasembada Pangan sekarang kok impor. Apa pemerintah mau mematikan petani garam?” kata Faruuq, Jumat (26/3/2021).


Ia menyebut, garam di dalam negeri saat ini masih melimpah. Stok garam di level nasional maupun lokal masih mencukupi untuk kebutuhan garan baik industri maupun untuk konsumsi. Sebab ini, ia mempertanyakan rencana pemerintah terkain impor garam ini.

“Garam melimpah, yang belum terserap ada 1,2 ton dan stok garam Jawa timur 600.000 ton sehingga kami minta kebijaksanaan pemerintah dalam membuat kebijakan dan kembali pada misi swasembada pangan. Jika pada titik kualitas yang menjadi persoalan seharusnya pemerintah melakukan strategi pembinaan dan mentoring pada petani garam untuk meningkatkan kualitas produksi garam bukan impor” tambahnya.


Faruuq juga desak Pemprov Jawa Timur turut memperjuangkan hasil produksi Jawa Timur, “Kami juga minta Pemprov untuk tidak diam pada persoalan ini (impor garam) karena hasil produksi Jawa timur cukup melimpah dan jika impor itu benar terjadi akan berdampak pada kesejahteraan petani garam Jawa Timur” tegasnya.(cz/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed