oleh

Elektabilitas 3,9% Versi Indikator, PPP Didorong Jaga Soliditas Internal

Citizen.co. Jakarta – Indikator Politik merilis hasil survei elektabilitas partai politik. Dalam survei tersebut, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menduduki peringkat ke 7 dengan besaran 3,9%.

Terkait hal ini, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Saifuddin Asrori mengatakan PPP masih berpeluang besar untuk mendongkrak tingkat elektabilitasnya pada Pemilu 2024 ke posisi lebih tinggi.


“Apalagi dengan margin error ±2,9 sehingga bisa saja sebenarnya tingkat elektabilitas PPP itu sudah berada di angka 6,8%. Belum lagi misalnya kalau PPP yang saat ini banyak dihuni para pengurus muda sehingga dinilai mampu mengakselerasi program keumatan dari sekarang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/8/2021).

Selain itu, ia mengingatkan agar PPP bisa menjaga soliditas di internal kepengurusan partai. Menurutnya dualisme kepengurusan yang terjadi di periode sebelumnya menjadi pelajaran penting, yakni perpecahan hanya akan menguras banyak energi.

Pentingnya Periksa Fakta untuk Menghindari Infodemik di Masa Pandemi

Usai sembuh KH Miftahul Akhyar tampil perdana

“Jadi, PPP harus mulai fokus pada bagaimana mengembalikan suara yang hilang dalam dua pemilu terakhir, sembari juga membidik suara dari kalangan pemilih muda milenial yang jumlahnya cukup besar pada pemilu 2024 yang akan datang,” terangnya.


Sementara itu, Pengamat Politik Ujang Komarudin mengatakan saat ini PPP sudah belajar dari pengalaman pada Pemilu 2019 lalu yang hampir terlempar dari Senayan.

“Oleh karena itu, PPP tancap gas berjuang agar bisa bangkit dalam menyongsong perhelatan politik berikutnya,” papar Dosen Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) ini.


Dikatakannya, tren elektabilitas PPP yang terus naik bisa saja dipengaruhi kinerja kader-kader PPP yang terus bergerak menyambangi dan membantu masyarakat secara langsung.

“Survei itu sifatnya masih dinamis, selalu berubah setiap saat. Mungkin jika PPP surveinya naik, itu karena PPP mampu meraih simpati publik dengan kerja-kerja yang mereka lakukan,” tandasnya.


Sebagaimana diketahui, Survei oleh Litbang Kompas pada 22 Februari 2021 lalu PPP hanya memperoleh angka 0,5%. Kemudian Survei Lembaga Indonesia Development Monitoring (IDM) pada 23 Maret 2021 meraih 3,1%. Sedangkan menurut data Parameter Politik Indonesia yang dirilis pada 5 Juni 2021 elektabilitas PPP berada di angka 3,5%.

Kemudian berdasarkan survei Lembaga Indikator Politik periode 23 April, PPP di 3,8%. Angka tersebut naik di bulan Agustus 2021 menjadi 3,9%.(cz/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed