citizen.co.id

DPRD Jatim Minta Pertambangan Tumpang Pitu Dihentikan Sementara

citizen.co.id Surabaya – Aksi ngontel beberapa warga Banyuwangi ke kantor Gubernur Jatim, jalan Gubernur Suryo Surabaya, Selasa (18/2/2020) lalu untuk menggelar aksi menolak keberadaan tambang tumpeng pitu di Banyuwangi, nampaknya mendapat perhatian dari kalangan DPRD Jatim.

Bahkan sebagai bentuk perhatian terhadap aspirasi masyarakat, Komisi D DPRD Jatim meminta agar eksploitasi tambang tumpang pitu yang dikelola oleh PT Bumi Suksesindo (BSI) dihentikan sementara hingga ada kejelasan dan masyarakat kondusif.

“Untuk menjaga suasana kondusif, kami minta dihentikan dulu operasional tambang tumpang pitu untuk sementara waktu,” kata anggota Komisi D DPRD Jatim Sabron Djamil Pasaribu saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (19/2/2020).


Baca juga :

Jadwal Baru Final Piala Gubernur Jatim 2020

75 WNI Kru Kapal Pesiar Jepang Masih Harus Dikarantina

Agenda Kunjungan Wapres Ma’ruf Amin ke Lombok

Politisi asal Partai Golkar ini juga meminta Pemprov Jatim melalui dinas terkait segera turun tangan untuk melakukan investigasi permasalahan di lokasi pertambangan di Banyuwangi.

“Ada penolakan tentunya ada dampak yang merugikan bagi warga. Kami minta dilakukan inventaris permasalahan disana. Jangan sampai ada yang dirugikan terkait pertambangan di sana,” harap Sabron.

Ia berharap permasalahan penolakan pertambangan tumpang pitu segera diselesaikan dan tidak menimbulkan konflik. Mengingat saat ini di Jatim sudah kondusif dan sebentar lagi ada gawe pilkada serentak di 19 kabupaten/kota di Jatim.

“Jatim jadi barometer nasional, kondisi yang sudah kondusif ini harus bisa dijaga degan baik,” pinta ketua Bapem perda DPD Jatim ini.

Senada anggota Komisi D DPRD Jatim lainnya, Hermanto menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengusulkan ke pimpinan Komisi D DPRD Jatim untuk turun ke Banyuwangi supay dapat mengetahui langsung masalah di pertambangan Tumpang Pitu.

“Kalau perlu sidak dan bertemu dengan pihak-pihak terkait pertambangan tumpeng pitu. Mengingat ekploitasi tambang disana sudah berjalan,” jelas mantan ketua DPRD Banyuwangi ini.

Sebelumnya, puluhan warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggran Banyuwangi menggelar aksi ‘ngonthel‘ atau bersepeda angin dari Banyuwangi ke Surabaya, untuk menemui Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Kepada Gubernur Jatim, mereka ingin menyampaikan penolakan atas rencana eksplitasi tambang emas yang hendak dilakukakan PT Bumi Sukses Indo (BSI) dan PT Damai Sukses Indo (DSI), anak perusahaan Merdeka Cooper Gold, di desa mereka.

Yang jadi sasaran eksploitasi pertambangan adalah Gunung Salakan, Lompongan dan Genderuwo dan sekitarnya. Kedua perusahaan pertambangan tersebut diberikan izin di kawasan pesisir selatan Banyuwangi. Yakni di Gunung Tumpang Pitu dan Gunung Salakan yang merupakan Kawasan Rawan Bencana (KRB).

Warga menolak penambangan tersebut karena dikhawatirkan berdampak pada sumber mata air menjadi kering, sehingga rawan menimbulkan dampak sosial bagi warga Banyuwangi khususnya di sekitar lokasi pertambangan.(cz/jos/bel)

 51 total views,  1 views today

One thought on “DPRD Jatim Minta Pertambangan Tumpang Pitu Dihentikan Sementara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *