oleh

DPRD Jatim minta Pemerintah Fasilitasi Petani Garam

Citizen.co.id Surabaya – Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Aliyadi Mustofa, meminta pemerintah fasilitasi petani garam dalam penggunaan penggunaan teknologi terkini agar mampu menghasilkan garam berkualitas tinggi.

Aliyadi katakan, permintaannya ini untuk menaikkan kualitas garam lokal agar dapat diserap dan tidak lagi ada alasan perusahaan untuk tidak melakukan penyerapan garam petani.


Perusahaan pengolah garam, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta, seringkali menjadikan rendahnya kualitas garam petani untuk tidak melakukan penyerapan garam secara maksimal.

Said Abdullah: Utang Pemerintah Meningkat, Tidak Perlu Panik

Dibawah Bimbingan MDS RA Jatim, Carissa Mantab Ucapkan Syahadatain

“Pasar garam masih membuka diri menyerap hasil produksi petani, tetapi soal kualitas selalu dijadikan alasan untuk tidak melakukan penyerapan secara maksimal,” ungkap Aliyadi, Senin (28/5/2021).


Politisi dari Fraksi PKB ini menuturkan, hingga saat ini Provinsi Jatim masih menjadi patron produksi garam di Indonesia. Hal tersebut diketahuinya, garam hasil produksi petani se Jatim mengumbang paling sedikit 30 persen dari produksi garam nasional.

Namun fakta yang terjadi dilapangan tidak berbanding lurus dengan hasil produksi petani. Serapan garam lokal selalu tidak maksimal sehingga hal tersebut berimbas pada turunnya harga garam lokal. Alasannyapun lawas didengan telinga, yakni kualitas garam lokal tidak lebih bagus dengan garam impor.


“Oleh sebab itu, pemerintah harus hadir untuk mengurai persoalan tersebut. Salah satunya dengan memfasilitasi petani menggunakan teknologi terkini agar kualitas garam petani bisa bersaing,” terangnya.

Penyumbang suara terbanyak ini menuturkan, sudah bertahun-tahun petani garam tercekik akibat tingginya garam impor ke Indonesia yang menyebabkan rusaknya stabilitas harga garam lokal. Kondisi tersebut mendatangkan banyak keluhan dari para petani, sebab harga produksi garam tidak sebanding dengan harga jual.


“Pemerintah harus hadir dan memberikan penjelasan bahwa garam yang diproduksi menggunakan teknologi terkini kualitasnya jauh lebih bagus,” pungkasnya.(cz/tok)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed