DPR Bentuk Panitia Khusus Pengawasan Haji

Jul 9, 2024 - 20:42
DPR Bentuk Panitia Khusus Pengawasan Haji
Gedung DPR RI

Jakarta - DPR RI menyepakati pembentukan dan susunan nama keanggotaan panitia khusus (pansus) angket pengawasan haji dalam rapat paripurna ke-21. Pansus angket ini terdiri dari 30 anggota Dewan dari seluruh fraksi DPR RI.

Pengusul hak angket pansus haji, Selly Andriany Gantina, menjelaskan alasan pembentukan pansus tersebut. Ia menyebut pembagian kuota haji oleh Kemenag tidak sesuai dengan penetapan yang telah dilakukan pemerintah dan DPR, khususnya Komisi VIII DPR RI.

"Bahwa kuota haji khusus ditetapkan sebesar 8 persen dari kuota haji Indonesia, sehingga keputusan Menag No 118 Tahun 2024 tentang petunjuk pelaksanaan pemenuhan kuota haji khusus tambahan dan sisa kuota haji 2024 bertentangan dengan UU dan tak sesuai dengan hasil kesimpulan rapat Panja Komisi VIII dengan Menag terkait penetapan BPIH," kata Selly.

Selly juga menyoroti permasalahan layanan bagi jemaah haji di Arab Saudi, seperti tenda yang tidak sesuai dengan kapasitas dan katering bagi jemaah.

"Perlu kami sampaikan pimpinan bahwa yang telah menandatangani (hak angket) bukan 31, tetapi sudah menjadi 35 anggota dan semua resmi dan akan saya sampaikan, lebih dari dua fraksi," tambahnya.

Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, meminta persetujuan dari semua anggota DPR terkait pembentukan hak angket Pansus Haji ini.

"Saudara sekalian yang saya hormati berdasarkan komposisi sesuai dengan tata tertib nama-nama tersebut 7 orang PDIP, 4 orang Partai Golkar, 4 orang Partai Gerindra, 3 orang Partai NasDem, 3 orang PKB, 3 orang Fraksi Partai Demokrat, 3 orang Fraksi PKS, 2 orang Fraksi PAN, dan 1 orang Fraksi PPP," ujar Cak Imin.

"Kini saatnya kami menanyakan kepada sidang Dewan apakah pembentukan dan susunan nama-nama keanggotaan Pansus angket pengawasan haji sebagaimana yang diusulkan dapat kita setujui?" tambahnya.

Anggota DPR menjawab setuju. Dengan demikian, pembentukan panitia khusus angket pengawasan haji resmi dibentuk.