oleh

DKJT Anggap Kesenian Menjanjikan Untuk Perekonomian Masyarakat

Citizen.co.id Surabaya – Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) menggelar acara sarasehan di kantornya yang berlokasi di Jl. Gentengkali No. 85 Surabaya, Kamis (3/6/2021).


Ketua Presidium DKJT Jatim, Taufik Hidayat memaparkan, betapa banyaknya para seniman yang dimiliki Jawa Timur, bahkan ketimbang provinsi lain di Indonesia, Jatim memengang peringkat pertama pemilik seniman terbanyak.

Pemkot Surabaya lakukan penyekatan, Ribuan Kendaraan di Jembatan Suramadu Terjaring Swab Antigen

Hani Fahrani Pemain Sinetron dan Film Didaulat Sebagai Wakil Sekjen DPP Partai UKM Indonesia

Oleh sebab itu, Taufik menyampaikan DKJT sebagai lembanga kesenian Jatim yang lahir pada tahun 1998 terus berupaya memaksimalkan potensi yang dimiliki para seniman ini.


“Seniman di Jatim itu ada enam juta orang lebih. Mereka lahir dari perguruan tinggi, pondok pesantren, komunitas kebudayaan, dan paguyuban. Setiap tahunnya lebih dari lima ratus calon seniman lahir,” kata Taufik Monyong sapaan akrabnya ini.

Taufik menyebut, seniman ini lahir setiap tahunnya dari beberapa perguruan tinggi negeri. Seperti Universitas Negeri Surabaya, Institus Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Kristen Petra, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Jember, dan Sekolah Menengah Kesenian.


Kendati demikian, melihat banyaknya seniman yang lahir, Taufiq Monyong berharap ada peran pemerintah dalam memberikan suport kepada para seniman khususnya kepada DKJT sendiri.

Sebab potensi kesenian di Jatim, memiliki nilai yang menjajikan untuk kemajuan daerah dan menarik bagi wisatawan asing, sehingga dapat memberikan nilai bagi perekonomian masyarakat.


Ia menambahkan, penguatan Kebudayaan sendiri menurut bisa dimulai dari kader seniman yang ada di setiap desa. Seniman ini bertugas menghidupkan kebudayaan yang ada di sana agar tidak terlupakan. Terlebih tergeser arus budaya asing. Misalnya budaya panen ikan, panjat pohon, dan ruwat desa.

“Kebudayaan itu harus dijaga. Jika disinergikan dengan pariwisata, kebudayaan akan menjadi daya Tarik tersendiri. Contohnya di Jolotundo menampilkan seni bantengan, sekarang mulai ramai pengunjung. Di situ perekonomian masyarakat terdampak ‘kan. Itu bisa jadi penghasilan,” imbuhnya.(cz/tok)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed