oleh

Dinas Pendidikan Jatim Minta Sekolah Buat Dua Model Pembelajaran

Citizen.co.id Surabaya – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur meminta SMA, SMK, dan SLB yang direncanakan melakukan pembelajaran tatap muka pada 5 Juli 2021 mendatang tetap menyiapkan dua alternatif metode pembelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi kepada Jatim Newsroom, Selasa (25/5/2021) mengatakan, sampai saat ini seluruh bupati walikota se Jawa Timur telah memberikan rekomendasi untuk dilaksanakan pembelajaran tatap muka untuk SMA, SMK dan SLB.

Terima CSR, Pemkot Madiun Fokus Peningkatan Imun Warga

Robin Budianto Terpili Ketua POBSI Sumenep, Target Emas di Porprov Jatim 2022

Namun Wahid meminta pihak sekolah tetap menyiapkan alternatif untuk siswa yang tidak mendapat izin dari orang tua, untuk ikut pembelajaran tatap muka.“Mungkin karena orang tua khawatir sehingga mereka tidak mengizinkan anaknya untuk tatap muka, jadi sekolah harus menyiapkan pembejaran daring atau virtual.

Artinya, kata Wahid, semua sekolah wajib membuat dua model pembelajaran, yaitu pembelajaran secara tatap muka dan daring. Sehingga, bagi orang tua yang belum mengizinkan anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka, bisa dilaksanakan secara daring.

Dalam pembelajaran tatap muka nanti, lanjut Wahid, kabupaten/kota wajib memtuhi aturan antara lain, jika Kecamatan berstatus zona hijau dan kuning, maka siswa yang boleh masuk, sebanyak maksimal 50%. 8 mata pelajaran, masing masing 30 menit, sehingga total 4 jam, dengan istirahat 15 menit.

“Diharapkan mereka semua membawa bekal dari rumah, karena kantin belum diizinkan buka, jadi kalau istirahat mereka teteap dalam kelas tidak keluar untuk beli makan atau minum,” ungkapnya. (Cz/tok)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed