oleh

Departemen Film DKJT Dampingi Pemenang East Java Film Call 2021 dalam Produksi Film

-JAWA TIMUR-11 views

Citizen.co.id Surabaya – Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) melalui Departemen Film akan mendapingi pemenang kompetisi East Java Film Call 2021 dalam proses produksi film.

Produksi film tersebut nantinya akan dipertontonkan dalam acara Jatim Art Forum 2021 yang nantinya akan digelar pada pertengahan bulan Oktober 2021 mendatang oleh DKJT.


Menurut Departemen Film, Sol Amrida, hal tersebut merupakan upaya yang ditempuh oleh jajaran Departemen Film DKJT maupun aktivitas yang dilakukan di luar DKJT dalam memberikan daya dukung terhadap seni film di Jawa Timur.

“Misalkan kegiatan audiensi yang dilakukan pada DPRD dan Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur,” kata Sol Amrida.

Ketua DPR RI Puan Maharani: 5 Hari ke Depan Krusial, PPKM Darurat Jangan Kendur

Idul Adha; MH Said Abdullah Salurkan 51 Ekor Sapi untuk Warga Sumenep

Lebih lanjut, Departemen Film DKJT mengajak serta berbagai elemen dari anggota DKJT, akademisi, praktisi film, dan pemerhati film secara umum untuk mendorong agar Jawa Timur yang sudah memiliki dasar hukum berupa Perda Provinsi Jawa Timur No. 8 Tahun 2014 agar dapat diperkuat dengan kehadiran Pergub yang dapat memberikan lembaga perfilman di Jawa Timur seperti Badan Perfilman Indonesia (BPI) di pusat.


“Keberadaan lembaga ini diharapkan dapat menaungi seluruh pekerja kreatif dalam ekosistem perfilman di Jawa Timur yang memiliki segudang potensi,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, Departemen Film di DKJT pun mencoba meretas sistem dengan memberikan secara cuma-cuma biaya produksi pada sineas-sineas dari seluruh Jawa Timur. “Sejauh ini, telah ada 54 proposal skenario yang masuk di pihaknya, dan kemudian akan diseleksi 12, selanjutnya akan dipilih 5 Proposal terbaik,” tutur Amrida.


Diketahui, dari ke lima proposal produksi terpilih akan mendapatkan subsidi biaya produksi masing-masing senilai 15 juta rupiah. Ke lima proposal terpilih tersebut yakni,

Ego karya Mirza Haikal Damara, Sekawan karya Abra Merdeka, Basiyat karya Ahmad Faiz, Epiloge karya Widya Chury Aini, dan terakhir Stroke karya Muhammad As’ad Aswin.(cz/tok)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed