Datangi DPRD, From Driver Online tolak Aplikator Nakal

citizen.co.id Surabaya – Ratusan Driver Ojek Online (Ojol) Jawa Timut kembali menggelar aksi, Selasa (6/4/2021). Aksi Driver Ojol yang tergabung dalam Frontal (Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal) itu telah sampai pada Jilid 3.

Selain menggelar aksi di kantor Gojek dan Grab serta Gedung Grahadi, masa aksi juga menggelar aksi depan gedung DPRD Jatim. Perwakilan masa aksi telah ditemui oleh Ketua Fraksi Partai Nasdem, Muzammil Syafi’i.


Saat ditemui di ruangannya, Muzzamil menyampaikan bahwa perwakilan masa aksi menyampaikan beberapa aspirasinya.

Bulan Ramadhan Pemkot Surabaya Izinkan Acara Buka Bersama

Menparekraf Ajak Pelaku Parekraf Bersama Pulihkan Citra Pariwisata

“Frontal tadi mengajukan beberapa tuntutan, pertama bersifat internal kedua bersifat eksternal,” ujar Muzammil.

Tuntutan internal masa aksi yakni adanya potongan 20 persen, dimana bagi para ojol potongan tersebut dirasa memberatkan. Sehingga mereka muntut untuk potongan 20 persen tersebut diganti menjadi 10 persen atau 5 persen.

“Kedua pemanfaatan CSR (Corporate Social Responsibility), CSR perusahaan sendiri hendaknya dikembalikan ke perusahaan,” tuturnya.

Lalu dari tuntutan eksternal, masa aksi menuntut soal jaring pengaman sosial dari Pemprov Jatim. “Dapat 400 (ribu rupiah) katanya, sekarang ini kok gak dapat ini kita coba komunikasikan dengan ibu Gubernur karena kita sudah menganggarkan untuk jaring pengaman sosial,” jelas Muzammil.


Berikutnya adalah soal subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak). Muzammil mengatakan bahwa sebenarnya subsidi ini sudah ada. “Tapi karena taxinya itu plat hitam maka tidak bisa memperoleh subsidi coba dikordinasi dengan pertamina,” terangnya

Selanjutnya adalah soal kredit motor atau mobil. Muzammil mengatakan, para driver Ojol saat ini dalam kondisi yang tidak baik atau penghasilan mereka sedang menurun sehingga, kerap kali para dept collector datang untuk mengambil mobil atau motor milik driver ojol yang tidak membayar cicilan.


“Saya minta untuk dipahamkan itu kepada anggotanya, bentuk tim bantuan hukum dari internal mereka,” tandas Muzammil.

Pihaknya berjanji akan melakukan mediasi terkait apa yang menjadi tuntutan driver Ojol tersebut. “Kita coba untuk mengkomunikasikan kepada pimpinan DPRD Jatim untuk bisa kita undang untuk bisa ikut memediasi mereka,” tutup.(cz/ttk)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*