Cek Fakta: Benarkah Pisang Berbintik Hitam Mengandung Senyawa Antikanker? Ini Penjelasan Ahlinya

Oct 27, 2025 - 12:51
Cek Fakta: Benarkah Pisang Berbintik Hitam Mengandung Senyawa Antikanker? Ini Penjelasan Ahlinya
Ilustrasi pisang matang (Stockphoto/4nadla)

Jakarta - Unggahan di media sosial yang menyebut bahwa pisang terlalu matang atau berbintik hitam dapat mencegah kanker kembali ramai dibicarakan. Klaim tersebut menyebutkan bahwa pisang mengandung zat Tumour Necrosis Factor (TNF) yang bisa melawan sel-sel kanker dan meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, benarkah demikian?

Faktanya, klaim tersebut tidak benar dan termasuk hoaks lama yang telah berulang kali dibantah oleh para ahli dan lembaga riset internasional.

Pada 2022, sebuah unggahan di Facebook mengutip penelitian dari Jepang yang disebut-sebut menemukan bahwa pisang matang menghasilkan TNF, zat yang mampu melawan sel kanker. Dalam unggahan itu juga disarankan untuk mengonsumsi 1–2 pisang terlalu matang setiap hari guna meningkatkan kekebalan tubuh.

Namun, penelusuran AFP menemukan bahwa studi yang dikutip dalam unggahan tersebut tidak menyatakan pisang matang dapat mencegah kanker. Bahkan, penelitian yang sebenarnya terbit di jurnal Food Science and Technology Research tahun 2019 hanya membahas perubahan kandungan gizi pisang saat proses pematangan, bukan hubungannya dengan pencegahan penyakit.

Menurut Jessada Denduangboripat, dosen biologi dari Universitas Chulalongkorn, Thailand, klaim adanya TNF pada pisang tidak berdasar secara ilmiah.

“TNF tidak ditemukan pada tumbuhan. Zat ini hanya diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh mamalia,” jelas Jessada.

Hal ini juga diperkuat oleh National Cancer Institute (NCI) Amerika Serikat, yang menyebut TNF memang berperan dalam sistem imun mamalia dengan menyebabkan peradangan untuk melawan infeksi bukan senyawa yang bisa ditemukan di buah atau tanaman.

Pisang yang terlalu matang atau berbintik hitam memang mengalami perubahan kimiawi. Kandungan pati pada pisang akan terurai menjadi gula sederhana, seperti glukosa dan fruktosa, yang membuat rasanya lebih manis.

Artinya, pisang matang lebih tinggi kadar gulanya dibanding pisang yang masih berwarna kuning kehijauan. Meski tetap aman dikonsumsi, mengonsumsi pisang terlalu matang secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas atau lonjakan gula darah, terutama bagi penderita diabetes.

Ahli gizi menyarankan untuk mengonsumsi pisang yang kulitnya kuning dengan sedikit warna hijau, karena kandungan gulanya masih rendah sementara serat dan nutrisinya tetap tinggi.

Klaim bahwa pisang berbintik hitam mengandung senyawa antikanker adalah hoaks. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa pisang terutama yang terlalu matang mengandung TNF atau zat sejenis yang bisa mencegah kanker.

Pisang tetap merupakan buah bergizi yang baik untuk tubuh karena kaya kalium, vitamin B6, dan serat, tetapi manfaatnya bukan sebagai obat atau pencegah kanker.

Top of Form

 

Bottom of Form