Buka Bersama, Ketua PWNU Jatim sampaikan Komitmen Kebangsaan

Citizen.co.id Surabaya – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar buka bersama seluruh Pengurus PWNU Jatim, Menteri Desa, Halim Iskandar, Gubernur Jatim yang diwakili Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak.

Turut hadir juga Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Nico Afianta, Kodam V Brawijaya yang diwakili Brijen TNI Bagus Budianto dan berbagai tamu undangan.


Acara inipun digelar di gedung PWNU Jatim Jalan Masjid Al Akbar Timur No. 9 Surabaya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Hadirkan Mensos Tri Rismaharini, Setkab Gelar DKT Bahas Pemutakhiran DTKS

Optimalkan PPKM dan Disiplin Prokes Bulan Ramadan, Polresta Tangerang dan 3 Pilar Bagikan 30.083 Masker di 127 Titik

Ketua PWNU Jatim, KH. Marzuki Mustamar dalam sambutannya bersyukur atas kehadiran para undangan yang telah sudi hadir dan turut mensukseskan acara ini.


Dalam kesempatan yang penuh barokah itu, Kiai Marzuki tidak bosan-bosannya berpesan, agar terus berkomitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab ini merupakan ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah didapatkan rakyat Indonesia, serta wujud nasionalisme dan cinta tanah air.

“Komitmen dan kesungguhan kita menjaga NKRI negeri yang dianugerahkan Allah kepada kita. Asal Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap utuh, tetap berdaulat, tetap rukun, tetap aman, tetap damai, asal bisa seperti itu insya Allah khususnya umat Islam akan baik-baik saja,” Kata Kiai Marzuki, Selasa (4/5/2021)


Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad, Gasek Malang memaparkan, menjaga keutuhan negara adalah hukumnya wajib, wajibnya seperti menjaga agama itu sendiri. Berpangkal pada hal tersebut, menurut Kiai Marzuki tidak boleh ada yang perlu dianak tirikan terkait agama dan negara, sebab keduanya merupakan hal yang mutlak untuk terus dijaga keutuhannya.

“Kata Bung Karno, Jangan sampai yang nasionalis terlalu kenasionalisannya akhirnya sekuler. Yang beragama, Jangan mabuk dengan agamanya lalu atas alasan dengan kedok agamanya kemudian memporak-porandakan persatuan, menghancurkan NKRI, Jangan,” lanjutnya.


Kiai Marzuki pun mengajak kepada semuanya agar, gisruh ricuh yang terjadi di sebagian negara timur tengah menjadi refleksi dalam membangkitkan semangat menjaga keutuhan NKRI.

“NKRI tanpa agama tidak barokah dan agama tanpa utuhnya NKRI juga tidak bisa jalan seperti yang terjadi di beberapa negara di Timur Tengah. Sekali lagi kita tetap berkomitmen jaga Islam Ahlussunnah Waljamaah dan jaga NKRI harga mati,” tegasnya.(cz/tok)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*