oleh

Batik Khas Jombang Gunakan Pewarnaan Alami untuk Jaga Kualitas Produk

Citizen.co.id Jombang – Siapa yang tidak mengenal kain batik. Jawa Timur bisa dibilang sebagai surganya kain batik, betapa tidak, 38 kabupaten kota di Provinsi ini, memiliki kerajinan kain batik dengan ciri khas dan corak yang unik dan menarik.

Salah satunya ada kain batik khas Kabupaten Jombang. Dinamai sebagai Batik Berkah Mojo, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jombang, memperkenalkan batik dengan pewarnaan alami.


Fatih Kurnia Sukma, anggota Dekranasda Jombang menuturkan, bahan baku batik dengan pewarna alam ini, tidak hanya kain dasar batik, tetapi juga dengan menggunakan sutra, bahkan kain tenun.

“Bahan bakunya kain banyak kita, ada Sutra, ada tenun juga, terus ini spesialis warna alam ecoprint juga,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/9/2021).


Batik dengan pewarna alam ini, tidak hanya diaplikasikan dalam sebuah kain. Namun, juga diaplikasikan produk produk fashion lainnya, seperti sepatu, tas, mukena, selendang atau syal, serta sebagainya.

Bahkan, Batik Berkah Mojo ini, tidak hanya diminati oleh warga Jombang sendiri, tetapi sudah merambah hingga luar Jombang, serta luar pulau. Ini menunjukkan, Batik pewarna alam sangat disukai.

Kapolrestabes Surabaya Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Polsek Jajaran

Presiden Meresmikan Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung

“Alhamdulillah kita sudah sampai ke luar kota juga, khususnya di luar Jombang juga, luar pulau juga,” imbuhnya.


Fatih menuturkan, awal pandemi tahun 2020 lalu, penjualan produk produk batik asal Jombang ini mengalami kesulitan pemasaran. Namun kini berangsur pulih, mengingat sektor ekonomi juga sudah mulai berjalan normal.

“Jujur awal pandemi dulu sangat kesulitan, tapi Alhamdulillah dari teman-teman, juga komunitas batik, saling promosi. Alhamdulillah kita berkembang,” akunya.


Batik Berkah Mojo ini dipasarkan dengan harga Rp 100 ribu hingga Rp 5 juta. Harga paling murah, dibanderol untuk produk syal dengan batik ecoprint. Sedangkan paling mahal, dibanderol untuk produk pakaian gamis. (cz/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed