Banyak Bencana Alam : LPBI NU Jatim Ajak Masyarakat Saling Gotong Royong Jaga Lingkungan

citizen.co.id Surabaya – Saat ini Indonesia sedang dihadapkan dengan berbagai macam bencana alam, Musim hujan dengan intensitas tinggi di Indonesia menyebabkan beberapa daerah terancam bencana alam. Bahkan di beberapa tempat mengalami banjir, longsor, dan air laut pasang. Sejumlah bencana yang terjadi membuat pemerintah kelabakan dalam menangani kejadian tersebut, khususnya di beberapa titik di Jawa Timur.

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBI NU) Jawa Timur Syaiful Amin menyatakan, kalau di berbagai kawasan mengalami curah hujan tinggi sehingga membuat beberapa titik di Jatim rawan banjir. Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia sedang dilanda La Nina.

Baca juga :

Menkeu: Gerakan Nasional Wakaf Uang Dukung Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Gerakan Nasional Wakaf Uang Tandai Dimulainya Transformasi Pelaksanaan Wakaf

Bahwa akan terjadi musim hujan yang intensitasnya lebih dari 40 persen dari biasanya. Itu juga yang biasa disebut dengan La Nina.”tambahnya

Amin mengatakan bahwa ada fakta, kawasan yang aman, sekarang tertimpa banjir. Demikian pula air yang mestinya surut satu atau dua hari, kini bisa sampai berhari-hari. Banyak daerah yang tidak biasa banjir, ternyata banjir. Begitu juga kawasan langganan banjir yang biasanya sehari dua hari, ada yang sampai satu minggu. Bahkan ada yang sampai dua pekan tidak surut,”imbuhnya

Ketua PW LPBINU Jatim menyampaikan, kami memiliki jargon ‘kita jaga alam, alam jaga kita’ LPBI NU Jatim sudah melakukan penghijauan dan menjaga kebersihan saluran. Selain itu kita menghimbau kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, setidaknya bisa mengurangi resiko banjir.

Dirinya menyayangkan sebagian masyarakat yang belum tahu manfaat sampah yang bisa didaur ulang, malahan dibuang ke sungai. Padahal itu dapat menyumbat yang berakibat banjir, apalagi saat musim hujan.

“Sebenarnya sampah-sampah itu banyak manfaatnya, mungkin perlu didaur ulang. Karenanya perlu pelajaran atau ilmu lagi untuk mendaur ulang sampah,” ungkapnya.

Melihat kondisi bencana alam saat ini, Amin berharap kepada warga, khususnya Nahdiyin untuk memberikan dukungan berupa bantuan.

“Nantinya sumbangan bisa disalurkan lewat Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama atau LAZISNU Jatim dan kawasan setempat,” pungkasnya.(cz/bel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*