AstraZeneca Hentikan Sementara Investasi Rp 4,44 Triliun di Cambridge

Sep 14, 2025 - 07:13
AstraZeneca Hentikan Sementara Investasi Rp 4,44 Triliun di Cambridge
Ilustrasi vaksin AstraZeneca (ABC Australia)

Jakarta - Raksasa farmasi asal Inggris, AstraZeneca, menghentikan sementara rencana investasi senilai 200 juta pound sterling atau sekitar Rp 4,44 triliun (kurs Rp 22.247/pound Inggris) di pusat penelitian mereka di Cambridge.

Rencana investasi tersebut pertama kali diumumkan pada Maret 2024 dan ditargetkan dapat menciptakan 1.000 lapangan kerja baru di Inggris. Namun, dengan keputusan terbaru ini, perusahaan belum mengucurkan pendanaan baru sama sekali.

Mengutip laporan CNBC, Sabtu (13/9/2025), AstraZeneca bukan satu-satunya perusahaan farmasi global yang menahan ekspansinya di Inggris. Sebelumnya, Merck & Co dari Amerika Serikat juga membatalkan rencana pembangunan pusat penelitian baru di London dengan alasan lingkungan bisnis yang semakin menantang.

Keputusan dua raksasa farmasi tersebut dinilai menambah tekanan terhadap daya saing sektor ilmu hayati Inggris, yang selama ini menjadi salah satu pusat riset terkemuka di dunia.

Meski demikian, AstraZeneca belum membeberkan alasan jelas di balik penghentian sementara investasi ini. Cambridge sendiri dikenal sebagai salah satu pusat ilmu hayati paling bergengsi di Inggris, sehingga langkah AstraZeneca cukup mengejutkan.

“Kami terus mengevaluasi kembali kebutuhan investasi perusahaan kami dan dapat mengonfirmasi bahwa ekspansi kami di Cambridge dihentikan sementara. Kami tidak memiliki komentar lebih lanjut,” kata juru bicara AstraZeneca.

Keputusan tersebut memunculkan kekhawatiran akan berkurangnya minat investasi perusahaan farmasi internasional di Inggris. Padahal, sektor ini selama pandemi COVID-19 membuktikan peran vitalnya, termasuk lewat kontribusi AstraZeneca yang menjadi salah satu produsen vaksin terbesar dunia.