Angelina Sondakh Refleksi Masa Lalu Usai Nonton Trailer Film ‘Jembatan Shiratal Mustaqim’
Jakarta - Dunia perfilman Indonesia kembali kedatangan karya horor bernuansa religi berjudul Jembatan Shiratal Mustaqim.
Film produksi Dee Company ini menghadirkan kisah yang mengingatkan publik pada pertanggungjawaban manusia di akhirat, terutama bagi mereka yang semasa hidupnya bergelimang dosa.
Yang menarik, mantan anggota DPR sekaligus aktris Angelina Sondakh hadir dalam acara perilisan trailer film tersebut di Epicentrum, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Angelina memberikan tanggapan emosional usai menyaksikan potongan adegan yang penuh nuansa mistis sekaligus religius.
“Jujur, menonton trailer ini membuat saya merinding. Saya pernah merasakan pahitnya kesalahan di dunia, dan film ini mengingatkan bahwa di akhirat pertanggungjawaban itu jauh lebih berat. Saya berharap film ini bisa jadi pengingat bagi semua orang, termasuk saya sendiri, untuk terus memperbaiki diri,” ujar Angelina.
Kehadiran Angelina disebut sebagai simbol perjalanan refleksi pribadi—bahwa setiap manusia memiliki masa lalu, dan setiap dosa akan dipertanggungjawabkan di akhirat.
Selain Angelina, jumpa pers tersebut juga dihadiri jajaran pemain film seperti Imelda Therinne, Raihan Khan, Agus Kuncoro, Mike Lucock, Rory Ashari, dan Eduwart Manalu. Hadir pula produser sekaligus CEO Dee Company, Dheeraj Kalwani, sutradara Bounty Umbara, dan penulis naskah Alphadullah.
Agus Kuncoro, yang berperan sebagai tokoh Alim, mengaku banyak mengambil inspirasi dari figur pejabat rakus di dunia nyata.
“Jadi, buat aku gampang sekali untuk mengambil contoh karakter para pejabat yang koruptor,” ujarnya.
Produser Dheeraj Kalwani menegaskan film ini lahir dari keresahan terhadap maraknya praktik korupsi di Indonesia. Menurutnya, praktik tersebut bukan hanya merampas hak rakyat, tetapi juga “doa anak-anak dan keluarga.”
“Korupsi merampas doa anak dan keluarga, hingga seseorang berjalan sendirian di Shiratal Mustaqim. Lewat film ini, penonton diajak untuk merefleksi bahwa amal saleh dan doa keluarga jauh lebih berharga daripada harta hasil korupsi,” ungkap Dheeraj.