oleh

Aliansi Cinta NKRI Protes Soal Pemulangan WNI Eks ISIS

 

Ahmad Zazuli ketua umum aliansi cinta nkri /photo istimewa.

citizen.co.id Surabaya – Rencana Pemerintah akan memulangkan warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS di Suriah. Menuai protes dari berbagai kalangan masyarakat termasuk Aliansi Cinta NKRI,

Aliansi Cinta NKRI merespon hal itu dengan sigap, dimana informasi kalau ada sekitar 600 lebih foreign terrorist fighters (TFT) Indonesia yang ada di Suriah. Yang akan dipulangkan, Kebanyakan adalah perempuan dan anak-anak.

Ahmad Zazuli selaku Ketua Umum Aliansi Cinta NKRI, Menyikapi bahwa Pemerintah perlu mempertimbangkan secara matang-matang banyak aspek yang perlu dicermati, aspek sosial, budaya dan ideologi Rabu (5/2/2020).

Baca juga :

Gangster Beraksi di Surabaya, Polisi dan Satpol PP Gerak Cepat

KH Anwar Iskandar, “Buku Menjerat Gus Dur” Kurangi Beban NU

Ketum PBNU Said Aqil soal Sunda Empire: Itu Jelas HTI

Cak Djaz menambahkan Bawah dalam menangani masalah Radikalisme tidak mudah, diharapkan pemerintah tidak mengedepankan Ego sektoral, harus ada kerja sama yang bagus antar lembaga baik BNPT, TNI dan Polri. Mereka eks Anggota ISIS tidak hanya cukup direhabilitasi, perlu ditanamkan nilai-nili kebangsaan dan kenegaraan yang baik.

Walaupun Indonesia sudah memiliki mekanisme screening untuk foreign terrorist fighters (TFT) yang akan masuk ke Indonesia. Pemulangan WNI eks ISIS ini merupakan momok yang akan menjadi BOM waktu bagi siapa saja bisa jadi lebih sadis dari virus Corona.” Imbuh cak djaz.

Tidak cukup mengaca kepada Negara lain yang sudah memulangkan warganya kenegaranya masing-masing sebelum komitmen kebangsaan ditanamkan kepada foreign terrorist fighters (TFT) atau eka ISIS.”tegas Cak djaz yang juga aktifis pegiat budaya.

Walaupun Jerman sudah memulangkan 100 orang lebih, Malaysia sudah 7 orang, Australia ada 9 orang dan sebagainya. Tidak cukup dijadikan sebuah acuan maupun pengalaman,” tegas Ahmad zazuli yang juga selaku wakil ketua DPD KNPI Jatim

Kalau memang rencana pemulangan dilakukan kami juga meminta untuk dilakukan profiling dan verifikasi. Langkah itu untuk memastikan kewarganegaraan 600 orang eks ISIS tersebut. Benar benar sudah terbebas dari faham dan ideologi ekstrem kanan.”pungkas cak djaz.

Sebanyak 600 WNI eks ISIS yang akan dipulangkan tersebut berstatus sebagai pengungsi. Sementara itu, berdasarkan informasi Polri, 47 WNI eks ISIS lain juga ada yang berstatus tahanan.(cz/jos/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed