oleh

Alasan Bundaran Baru di MERR – Pondok Chandra Ditutup Lagi

citizen.co.id Surabaya – Bundaran di MERR-Pondok Chandra yang baru dibuka kemarin Sabtu (15/2/2020), ditutup lagi. Sehingga, kendaraan dilewatkan U-Turn (putaran balik arah) di depan kantor pemasaran Pondok Chandra. Sementara, MERR sisi barat tetap dibuka.

Menanggapi penutupan ini, Bahrul Amig Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo saat dihubungi Radio Suara Surabayamengatakan bahwa bundaran yang berada di wilayah yuridiksi Kabupaten Sidoarjo tersebut ditutup demi keselamatan pengendara.

“Kenapa kemarin habis dibuka kok ditutup lagi? Kemarin kami sudah sepakat dengan Dishub Surabaya untuk dievaluasi ketat. Kemarin begitu dibuka, saya mendapat laporan dari teman-teman di lapangan kondisinya macet sekali. Sudah ditutup saja,” ujarnya pada Minggu (16/2/2020) pagi.

Baca juga :

Kepanikan Moral dan Para Buzzer Politik

Tabrak Lari, Aroma Parfum’ Bantu Polisi Jerman Temukan Tersangka

Azasi Hasan Menuju Pilbup Sumenep 2020, Belajar Dari Pengalaman Pilkada 2010

Amig menjelaskan, melihat analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) lalu lintas, serta penghitungan volume kendaraan dan faktor teknisnya, penutupan bundaran ini semata-mata demi keselamatan pengendara dan pengguna jalan.

“Bukan untuk kepentingan tertentu, tapi untuk keselamatan. Tidak ada kepentingan apa pun saya dengan Pondok Chandra. Semata-mata untuk kepentingan publik bagaimana nanti arusnya lancar,” kata Amig.

Dia menambahkan, ke depannya pengaturan lalu lintas di jalan penghubung Surabaya dan Sidoarjo ini masih akan dievaluasi.

“Masukan dan saran dari pengguna jalan kita hargai, kita terima. Kalau masyarakat menuntut sekarang dibuka dulu, tidak bisa. Lebih baik kita lambungkan dulu demi kelancaran karena ekor antreannya sudah panjang dan sulit diurai. Mohon bersabar dulu,” ujar Amig.

Sementara, Fattah Jasin Kadishub Provinsi Jawa Timur melalui pesan teks yang diterima suarasurabaya.netmengatakan bahwa penutupan ini berdasarkan pengamatan lapangan setelah bundaran baru tersebut dioperasikan.

Ada tiga hal yang menjadi pertimbangan. Pertama, antrean kendaraan dari arah MERR ramai padat. Kedua, harus ada tambahan satu tiang untuk boks Traffic Light di bundaran. Ketiga, rambu petunjuk belok kiri dari exit Tol Juanda, harus digeser ke bahu exit tol dan ditambah rambu larangan belok kanan karena ada mobil yang tetap melanggar

“Memperhatikan kondisi tersebut, sambil menunggu satu tiang tambahan di bundaran yang akan dipasang Senin pagi, maka Traffic Light dibuat flashing dan untuk sementara bundaran ditutup,” kata Fattah.(cz/is/jos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed