oleh

Aktivis Kopri Sumenep, Jangan Gengsi Jadi Petani

Citizen.co.id Sumenep – Menjadi aktivis bukan lantas apatis dengan dunia sawah alias menjadi petani. Sebab Petani adalah pahlawan bangsa ini.

Hal itu menjadi motivasi Alina aktivis Kopri PMII Cabang Sumenep ditengah menurunnya minat pemuda untuk bertani.


Musim tembakau adalah moment yang berkesan bagi seorang Lina. Sebab setiap pagi sehabis sholat subuh ia berangkat kesawah untuk menyiram tembakau.

Bagi Alina, Bertani pekerjaan sangat mulya disisi lain petani adalah sebagai pahlawan ekonomi meskipun ditengah masa pandemi saat ini.
alias menjadi petani. Sebab Petani adalah pahlawan bangsa ini.

Hal itu menjadi motivasi Alina aktivis Kopri PMII Cabang Sumenep ditengah menurunnya minat pemuda untuk bertani.


“Jadi lahir dari keluarga petani maka tidak alasan untuk apatis meskipun saya juga menjadi pengurus cabang Kopri tetapi tetap berkerja seperti saat ini menyiram tembakau,” cerita Lina kepada Media Citizen.co.id

Merayakan Hari Kejaksaan RI, Puan Maharani: Perang Melawan Korupsi Tak Boleh Surut di Tengah Pandemi

Harlah ke-23, PKB Sumenep akan Gelar Khataman Al-quran di Graha Gusdur

Menjadi petani pada saat ini bagi anak muda bukan suatu hal yang gandrungin, apalagi menjadi aktivis jarang-jarang untuk bertani.
alias menjadi petani. Sebab Petani adalah pahlawan bangsa ini.

Hal itu menjadi motivasi Alina aktivis Kopri PMII Cabang Sumenep ditengah menurunnya minat pemuda untuk bertani.


“Tentu, bertani bukan hal yang tabuh bagi saya apalagi gengsi,” tutur Lina.

Karena baik tidaknya perekonomian suatu bangsa ada pada petani, pemerintah hanya menjadi tangan kedua untuk memastikan hasil tani terakomodir dengan baik.

“Dengan bertani itu menjadi hebat dan keren sebab ada banyak pengetahuan yang diperoleh dan perjuangannya terasa sekali,” ungkapnya.
alias menjadi petani. Sebab Petani adalah pahlawan bangsa ini.

Hal itu menjadi motivasi Alina aktivis Kopri PMII Cabang Sumenep ditengah menurunnya minat pemuda untuk bertani.


Bahka, kata Lina bertani tidak membatasi ruang ataupun usia artinya, tidak hanya pada orang tua. Namun yang menjadi pembeda adalah bagaimana bertani dengan ilmunya.

“Petani Milenial itu bagi saya adalah untuk merubah stigma tentang perempuan itu hanya tahunya memasak, mencuci dan melayani suami,” ujarnya.
alias menjadi petani. Sebab Petani adalah pahlawan bangsa ini.

Hal itu menjadi motivasi Alina aktivis Kopri PMII Cabang Sumenep ditengah menurunnya minat pemuda untuk bertani.


Karena perempuan itu multitalenta. Dan juga ingin merubah stigma anak perempuan hari ini sukanya cuman jalan-jalan ke Mall dan pergi ke Salon.

“Menjadi aktivis tidak melulu orientasi menjadi politisi tetapi ruang pertanian adalah menjadi peluang tersendiri khususnya kalangan anak muda,” pungkasnya.(cz/rus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed