oleh

Ahmad Athoillah Gelar Reses II, warga Mojokerto Ngeluh Harga Padi anjlok

citizen.co.id Mojokerto – Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F PKB) Ahmad Athoillah menggelar Reses II Tahun 2021 didepan halaman Rumah Gus Masduki di Desa Klinterejo Kec. Sooko Kab. Mojokerto.


Acara yg digelar di 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini berlangsung khidmat karena dilangsungkan juga acara santunan Anak Yatim. Turut hadir pula Ketua Fraksi PKB DPRD Kab. Mojokerto Abdul Hakim dan Pitung Hariyono.

Kebermaknaan Jawa Timur Dalam Pembangunan Indonesia Maju Dan Penguatan NKRI Berideologi Pancasila

Ops Ketupat Semeru 2021, AKP Ari Bayu Aji : 10 Bus dan 45 Kendaraan Pribadi Putar Balik di Exit Tol Madiun

Mas Atho’ menyampaikan bahwa agenda Reses II dilaksanakan di bulan puasa ini karena pentingnya wakil Rakyat untuk mendengar keluhan dan menerima saran untuk diperjuangkan ke Pemprov Jawa Timur. Jumat, 6 Mei 2021.


Di 10 hari terakhir bulan ramadhan ini mudah-mudahan kita semua mendapat lailatul qodar, dan semua yang disini untuk duduk berdiskusi bersama menemukan solusi yg dialami masyarakat insyaallah

juga tercatat sebagai Amal Ibadah dibulan Ramadhan, ungkap pria kelahiran Denanyar Jombang tersebut.


Masyarakat pada momentum reses dewan ini pun diberi kesempatan untuk memberikan usulan maupun permintaan, yang akan ditampung dan diupayakan serta disesuaikan dengan peraturan yang ada dalam mewujudkan permintaan.

Salah satu warga Klinterejo menyampaikan keluhannya tentang harga panen padi yg dinilai tidak sesuai dengan biaya tanam, kami merasa dipermainkan dengan harga penjualan saat kami panen.


Mungkin wakil kami baik yg di DPRD Provinsi maupun Kabupaten bisa merumuskan regulasi yg tepat mengenai hasil panen kami, mungkin salah satunya lewat bulog ataupun lainnya.” Tutur sulaiman.

Disambung dengan masukan dari warga lainnya yg mewakili ibu-ibu, kami juga butuh diberdayakan, mungkin salah satunya dengan memberi pelatihan pembuatan produk atau mungkin bisa diberikan bibit buah atau sayur yg bisa kami rawat dikebun kami, harapannya agar kami sebagai ibu rumah tangga juga bisa diberdayakan ungkap Ibu Nur.


Selain itu, juga banyak keluhan lainnya seperti waduk yg harus diperbaiki, mushollah, masjid, dan infrastruktur lainnya.

Setelah mendengar berbagai keluhan masyarakat, Mas Atho berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait sesuai dengan yg dikeluhkan masyarakat. Utamanya adalah soal ekonomi masyarakat.

Tentu kami akan meneruskan dan mengawal pemerintah, agar aspirasi masyarakat terwujud, yang kemudian masyarakat bisa sejahterah, tambah politisi PKB Jawa Timur tersebut.


Terkait dengan pemberdayaan ekonomi, Mas Atho’ menyebut ada banyak peluang bisnis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Misalnya pelatihan membuat kue, hidroponik, dan lainnya.

“Yang jelas, kami akan bantu agar masyarakat bisa dapat pelatihan keahlian, itu sangat penting untuk meningkatkan UMKM. Karena roda perekonomian dampak terbesar berasal dari UMKM,” jelasnya. (cz/Dea)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed