citizen.co.id

1 Maret Momen Bersejarah Bagi GP Ansor Jatim, Spirit Baru Dibawah Komando Gus Syafiq

citizen.co.id Ruang Publik – Momen bersejarah terjadi pada 1 Maret 2020. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur dibawah komando Ketua Gus Syafiq Syauqi dan Sekretaris Ahmad Ghufron Sirodj resmi dilantik oleh Pengurus Pusat (PP) GP Ansor di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Sebagaimana tagline selama ini, Gus Syafiq mengusung tagline ’Spirit Baru Jawa Timur’. Artinya Ansor Jawa Timur dalam periode 2019-2023 diharapkan mampu membangun peradaban baru.

“Yakni peradaban yang mendukung kemajuan, serta dinamika-dinamika organisasi dan di luar organisasi yang positif,” kata Gus Syafiq, Minggu (1/3) malam.


Sebagai organisasi badan otonom Nahdlatul Ulama’ (NU), tentu Ansor Jawa Timur akan taat dan patuh pada NU. Untuk itu, nilai-nilai Nahdlatul Ulama’ akan diejawantahkan di organisasi kepemudaan ini.

”Yakni menjunjung tinggi pada Islam Rahmatanl lil alamin, pancasila, dan NKRI harga mati,” imbuhnya.

Sementara kaitannya dengan pemerintah, Ansor Jatim akan menjadi mitra strategis pemerintahan Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elistiato Dardak.


”Setelah dilantik, kami siap jadi mitra dalam konteks mensejahterakaan warga dan membangun sumber daya manusia, khususnya anak muda di Jawa Timur,” ujar Gus Syafiq.

Apalagi, lanjut Gus Syafiq, Jawa Timur adalah salah satu daerah yang cukup potensial di Indonesia. Tercatat, pemerintah pusat sudah menerbitkan blueprint percepatan pembangunan ekonomi dan infrastruktur di Jawa Timur.

“Melalui Keputusan Presiden (Perpres) No. 80 / 2019 yang berisi tak kurang dari rencana 218 proyek di kawasan Gerbangkertasusila, pengembangan ekonomi kawasan Selingkar Wilis, Kawasan Bromo Tengger Semeru dan Jalur Lingkar Selatan,” jelasnya.

”Pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan pembangunan SDM, agar jargon Jatim Cettar yang dibuat Bu Gubenur Khofifah Indar Prawansa, benar-benar terlaksana, apalagi Presiden Jokowi sudah menempatkan pembangunan SDM sebagai yang utama dalam lima tahun kedepan,” lanjutnya.

Selain akan menjalin relasi keluar, Ansor Jatim kata Gus Syafiq akan fokus diinternal melalui kaderisasi dan kegiatan lainnya. Gus Syafiq lantas mengutip sebuah penyataan Ketua Umum PP GP Ansor Gus Yaqut Cholil Choumas, bahwa fungsi Ansor dan Banser salah satunya adalah menjaga para pimpinan dan Kiai NU.

”Sebagaimana kata Gus Yaqut, siapa yang mengganggu Kiai NU, akan kita lawan. Karena perjuangan Kiai NU sudah terbukti mulai dari memperjuangkan Indonesia, hingga mengawal NKRI,” tegasnya.


Untuk urusan pengkaderan, PW Ansor Jawa Timur sudah aktif turun ke beberapa cabang, bahkan jauh sebelum dilantik. ”Semua pengurus semangat, solid satu komando, semangat ini yang benar-benar mencerminkan spirit baru Ansor Jawa Timur,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa jargon spirit baru yang diusung PW GP Ansor bukan sekedar jargon tapi harus diperbaharui juga kualitas, kapasitas serta kemampuan dan lain sebagainya.

“Jadi spirit itu tidak cukup hanya spirit tapi mentalnya juga harus diupdate. Tujuannya supaya Ansor bisa mengambil peran penting di dalam masyarakat. Jumlah yang besar ini kalau tidak mampu mempengaruhi wajah kebijakan masyarakat, ya tidak ada artinya. Makanya saya berharap betul Ansor wilayah Jatim yang baru dilantik bisa mewujudkan harapan itu,” tegas Gus Yaqut.

Diantara visi dan misi Ansor, lanjut Gus Yaqut adalah distribusi kader termasuk di dalamnya tentu kader politik. Sebab bagi Ansor politik itu penting sehingga tidak boleh ditinggalkan bahkan kalau perlu direbut.

“Kalau Ansor tidak ikut merebut panggung politik maka bisa saja diambil oleh orang lain, yang bisa saja tidak memiliki manfaat untuk NU. Kalau ada kader Ansor ada yang maju di Pilkada besok, ya kita akan dorong dan saya mewajibkan kepada kader Ansor untuk memenangkan dan soal hasil itu belakangan,” tegasnya.

Masih di tempat yang sama, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar mengaku optimis pengurus GP Ansor Jatim yang baru dilantik mampu tampil gemilang. Bahkan kalau perlu bisa lebih baik dari Ansor Jateng. “Terus terang kalau saya diundang pengajian ke Jawa Tengah, pengawalan yang diberikan Banser luar biasa seperti polisi sehingga perjalanan menjadi lancar,” ungkapnya.

Ia mengakui jumlah anggota Ansor khususnya Banser di beberapa kota di Jatim masih kurang dibanding kota-kota di Jateng. “Makanya saya ingin jumlah banser di kota-kota besar seperti Surabaya, Malang, Jember, Banyuwangi, Pasuruan, Sidoarjo, Gresik dan Lamongan minimal 30 ribu. Saya harap PW GP Ansor Jatim yang baru mampu mewujudkan itu,” harap kiai Marzuki.

Sedangkan cabang-cabang yang lemah dan agak sakit, lanjut Kiai Marzuki upayakan sudah tidak ada lagi konflik kepengurusan. “Minimal dalam satu tahun seluruh anak cabang atau kecamatan di seluruh Jatim sudah terbentuk kepengurusan GP Ansor,” pintanya.


Secara khusus, pengasuh ponpes Sabilur Rosyad Malang ini menginginkan Ansor bisa lebih hidup dan hadir di dunia pendidikan. Kalau perlu dimulai dari Pusat, GP Ansor memiliki Universitas Ansor sehingga kedepan banyak professor yang menjadi anggota Ansor bukan lagi professor yang diartikan dengan protolan Ansor.

“Ansor itu masa depan NU, ketika di Ansor mereka sudah menjadi dosen tafsir, khafid Alquran, dokter dan lain sebagainya. Sehingga saat mereka menjadi rois syuriah, katib syuriah NU maka kedepan NU akan semakin diperhitungkan,” pungkasnya. dilansir oleh sabdanews.com. (cz/jos/ud)

 136 total views,  1 views today

3 thoughts on “1 Maret Momen Bersejarah Bagi GP Ansor Jatim, Spirit Baru Dibawah Komando Gus Syafiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *